← Magnum Opus

Chapter Three

Anak yang Berbohong

POV: Theo


ARSIP GUILD PUSAT — LAMPIRAN 4471-C.03
KESAKSIAN — Pip Harn, usia 10 tahun, Desa Marrow
Diambil delapan hari setelah kejadian. Tidak dimasukkan ke laporan resmi.
Catatan pencatat: Saksi masih anak-anak. Keterangan tidak konsisten dengan bukti fisik. Direkomendasikan diabaikan.

Ada empat belas. Aku hitung. Aku bisa berhitung sampai seratus.

Mereka mengejar kami sampai ke pagar timur dan Ayah bilang naik ke atap gudang jadi aku naik. Lalu Paman Theo datang dari arah ladang, jalan kaki saja, tidak lari, dan dia bawa lentera dan satu gulungan tali.

Aku bilang ke pencatat itu Paman Theo cuma jualan tinta dan dia bilang ya sudah kalau begitu tulis saja apa adanya.

Jadi ini apa adanya.

Serigalanya berhenti mengejar kami. Mereka mulai mengejar sesuatu yang lain. Aku lihat dari atas dan tidak ada apa-apa di sana. Mereka mengejar tanah kosong. Mereka mengejar tanah kosong sampai ke jurang dan mereka tidak berhenti.

Paman Theo tidak lari sekali pun. Aku hitung langkahnya juga tapi aku lupa jumlahnya.

Aku tidak bohong.


Bangkai itu ditemukan jam sepuluh pagi.

Yang menemukan adalah Hanne, pulang dari utara dengan tiga ekor kelinci dan suasana hati yang buruk, dan menurut ceritanya sendiri dia berdiri di depan benda itu selama seperempat jam sebelum memutuskan untuk kembali ke desa dan memberitahu orang.

Sampai tengah hari, separuh Marrow sudah berjalan ke jalan setapak utara untuk melihat sendiri.

Aku tidak ikut.

Aku mengaduk batch baru — dua puluh tujuh searah, sembilan berlawanan — dan mendengarkan desa membangun teorinya sendiri lewat jendela yang kubiarkan terbuka.

“Sakit. Benda itu sakit, makanya turun ke desa. Lalu mati.”

“Chimera tidak sakit.”

“Semua benda hidup bisa sakit.”

“Kalau begitu kenapa tidak ada luka?”

“Karena dia sakit.”

Menjelang sore, Aldric dan tiga rekannya sudah berdiri mengelilingi bangkai itu selama dua jam, dan aku bisa membayangkan wajahnya dengan cukup akurat tanpa perlu ke sana.

Tuan Belden datang ke tokoku jam empat, berkeringat, dengan buku catatan di tangan.

“Kau dengar soal Chimera?”

“Dengar.”

“Guild harus buat laporan. Prosedur.” Dia membuka bukunya. “Semalam kau ke mana?”

“Gudang pos. Ambil garam.”

“Jam berapa?”

“Berangkat jam sepuluh lewat. Pulang setengah dua belas.”

Dia mencatat itu, lalu berhenti, lalu mengangkat wajah.

“Kau lewat jalan setapak utara.”

“Ya.”

“Kau tidak lihat apa-apa?”

Aku menaruh sendok pengaduk di sisi panci, tepat di lekukan yang sudah terbentuk selama tiga tahun.

“Aku lihat,” kataku.

Bukunya berhenti.

“Ada sesuatu di tengah jalan waktu aku pulang,” lanjutku. “Gelap. Kupikir batu.”

Tuan Belden memandangiku selama tiga detik penuh. Aku bisa melihat pikirannya bergerak: mempertimbangkan, lalu menimbang siapa yang sedang bicara padanya, lalu sampai pada kesimpulan yang paling nyaman.

Dia menutup bukunya.

“Batu,” katanya. “Ya. Tentu saja.”

Dia keluar tanpa membeli apa-apa.

Ini bagian yang tidak pernah dimengerti orang: aku tidak pernah berbohong. Tiga tahun, tidak sekali pun. Aku hanya menjawab persis apa yang ditanyakan, dan orang selalu berhenti bertanya lebih dulu.


Serigala datang tiga hari kemudian.

Aku sudah menduga sesuatu akan datang. Bukan firasat — aritmetika. Sesuatu sebesar Chimera menempati wilayah, dan wilayah yang kosong tidak tinggal kosong. Yang lebih kecil akan turun mengisi. Pertanyaannya hanya kapan dan berapa banyak.

Jawabannya adalah senja hari ketiga, dan empat belas.

Aku sedang menutup toko ketika bunyi itu datang dari arah timur. Bukan lolongan. Hollow Wolf tidak melolong; itulah kenapa mereka disebut begitu. Yang terdengar adalah bunyi ladang gandum yang dilewati sesuatu dalam jumlah banyak, dan di bawahnya, teriakan.

Ladang timur adalah tanah keluarga Harn.

Aku mengambil lentera dari paku di dinding, satu gulungan tali dari rak bawah, dan berjalan keluar.


Aku menghitung sambil berjalan.

Empat belas. Terpencar dalam formasi sabit — itu bukan formasi berburu, itu formasi menggiring. Mereka tidak berniat memakan siapa pun malam ini. Mereka sedang mengukur seberapa jauh manusia bisa didorong.

Hollow Wolf berburu dengan penciuman dan getaran tanah, bukan dengan mata. Mata mereka hampir tidak berguna. Yang mereka andalkan adalah gerakan — apa pun yang bergerak menjauh dianggap mangsa. Apa pun yang diam dianggap batu.

Itulah pattern behaviour-nya. Tertulis di kodeks guild halaman seratus enam, dan aku sudah membacanya dua puluh tahun lalu, dan aku ingat halamannya karena tentu saja aku ingat.

Jurang di sisi utara ladang. Tujuh puluh langkah dari pagar timur. Kedalaman kira-kira dua belas meter.

Cukup.

Di depan, aku bisa melihat gudang keluarga Harn. Dan di atas atapnya, tiga bentuk kecil berjongkok — Nyonya Harn dan dua anak.

Salah satunya berdiri, yang merupakan hal terbodoh yang bisa dilakukan seseorang saat ini, dan melambaikan tangan ke arahku dengan seluruh tenaganya.

“PAMAN THEO!”

Empat belas kepala berputar.

Aku melanjutkan langkah.


Kau tidak melawan empat belas Hollow Wolf. Tidak seorang pun melawan empat belas Hollow Wolf; itu bukan pertempuran, itu aritmetika yang sudah kalah sebelum dimulai. Bahkan party rank A akan kehilangan orang.

Jadi kau tidak melawannya.

Kau memberinya sesuatu yang lebih menarik untuk dikejar.

Aku berhenti di tengah ladang, tiga puluh langkah dari kawanan itu, dan meletakkan lentera di tanah.

[ Marginalia ] — dua entri.

Minor Light, Lv. 1. Skill anak-anak. Menyalakan titik cahaya sebesar kunang-kunang di ujung jari. Tidak berguna untuk apa pun kecuali menakuti adik sendiri.

Trip Wire, Lv. 3. Skill pemasang jerat. Membuat seutas benang tak kasat mata setinggi mata kaki di antara dua titik.

Dua skill sampah. Kusalin dari seorang anak perempuan di kota pelabuhan dan seorang pemburu tua yang giginya tinggal empat.

[ Fusion Magic ].

Aku menarik tali dari gulunganku dan melemparkannya ke depan, melintang di tanah, sepanjang dua puluh langkah.

Cahaya lentera menyentuhnya.

Dan tali itu melempar bayangan yang bergerak.

[ Lantern Step ]

Recipe : Minor Light (Lv.1) + Trip Wire (Lv.3)

Bukan sihir yang mengesankan. Tidak ada ledakan cahaya, tidak ada dengung. Yang terjadi hanya ini: seutas tali diam di tanah, dan bayangannya berjalan menjauh ke arah utara, tenang, dengan kecepatan seekor manusia yang sedang berlari.

Empat belas Hollow Wolf tidak melihat dengan mata.

Mereka merasakan getaran.

Dan [ Lantern Step ] tidak membuat cahaya palsu — ia membuat langkah palsu. Setiap kali bayangan itu menyentuh tanah, tanah bergetar, persis seperti kaki manusia yang menghantam bumi sambil lari ketakutan.

Kawanan itu berbelok.

Semuanya, sekaligus, seperti satu tubuh. Empat belas tubuh berbalik dari gudang keluarga Harn dan mulai mengejar sesuatu yang berlari ke arah utara.

Aku berjalan di belakang mereka.

Tidak lari. Tidak ada gunanya lari — apa pun yang bergerak menjauh dianggap mangsa, dan apa pun yang berjalan tenang dianggap batu, dan aku sudah tahu itu sejak halaman seratus enam.

Bayangan itu terus berlari. Tujuh puluh langkah.

Lalu ia sampai di jurang, dan melangkah keluar ke udara, dan terus berlari.

Kawanan itu tidak berhenti.

Yang pertama menyusul yang kedua, yang kedua menyusul yang ketiga, dan dalam empat detik seluruh formasi sabit itu tumpah ke dalam jurang seperti air yang dituang dari kendi.

Bunyinya tidak enak. Aku tidak akan menuliskannya.

Aku berdiri di tepi jurang, menggulung kembali taliku, dan mematikan lentera.

Sebelas detik.


Nyonya Harn menangis dan memelukku dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa kutangkap sama sekali.

Tuan Harn menjabat tanganku dua puluh kali dan bersumpah akan memberiku gandum seumur hidup, yang merupakan tawaran yang tidak masuk akal secara ekonomi dan sangat masuk akal secara manusia.

Dan Pip berdiri di depanku dengan mata sebesar piring.

“Aku lihat,” katanya.

“Kau lihat apa?”

“Semuanya.”

Aku berjongkok supaya wajah kami sejajar. Lututku berbunyi. Tiga puluh satu tahun dan lututku berbunyi.

“Pip. Apa yang serigala itu kejar?”

Dia membuka mulut. Menutupnya lagi. Alisnya berkerut sampai ke tengah.

“...Tidak ada apa-apa.”

“Tepat sekali.”

“Tapi—“

“Mereka bodoh,” kataku. “Hollow Wolf berburu dengan getaran. Kadang mereka salah. Kadang mereka mengejar angin dan jatuh.”

“Tapi kau bawa tali.”

“Aku selalu bawa tali.”

“Tidak, tidak pernah.”

Anak ini, aku bersumpah.

“Kau berutang dua puluh tiga botol tinta padaku,” kataku, sambil berdiri.

“Dua puluh dua!”

“Dua puluh tiga.”

“Dua puluh dua, dan aku LIHAT!”

Dia berteriak itu ke punggungku sepanjang jalan pulang.


Ceritanya sudah beredar sebelum tengah malam.

Aku mendengarnya versi pertama di kedai Nenek Odel keesokan paginya, dari mulut seorang tukang kayu yang mendengarnya dari istrinya yang mendengarnya dari Nyonya Harn.

“Empat belas Hollow Wolf, jatuh ke jurang. Semuanya.”

“Kebetulan macam apa itu.”

“Anak Harn bilang penjual tinta yang melakukannya.”

Kedai itu tertawa.

Bukan tawa jahat. Itu bagian yang penting — mereka tidak menertawakan aku, mereka menertawakan gagasannya. Sebuah gagasan yang begitu jelas mustahil sehingga lucu, seperti mendengar bahwa kucing bisa membaca.

Nenek Odel meletakkan semangkuk sup di depanku dan berkata, cukup keras, “Kalau begitu penjual tinta ini harus naikkan harganya.”

Kedai itu tertawa lagi.

Aku memakan supku.

Di seberang ruangan, Pip duduk di samping ayahnya dengan wajah merah padam, mengepalkan tangan di atas meja, mendengarkan seluruh desa menertawakan hal yang dilihatnya dengan matanya sendiri.

Dia menoleh ke arahku, sekali. Mencari sesuatu.

Aku mengangkat mangkukku sedikit ke arahnya. Setengah senti. Tidak lebih.

Dia melihatnya.

Dia melihatnya, dan dia langsung tegak di kursinya, dan sepanjang sisa pagi itu dia tidak berkata apa-apa lagi kepada siapa pun — karena dia sudah tidak butuh siapa pun percaya.


Malamnya jendela biru itu muncul lagi di ruang tamuku.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
[ Fusion Record Updated ]

Entry #619
Name : Lantern Step
Recipe : Minor Light (Lv.1) + Trip Wire (Lv.3)
Tier : RARE

Witnesses : 1
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Satu.

Aku memandangi angka itu lebih lama dari yang seharusnya.

Enam ratus sembilan belas entri. Dan sistem ini, yang mencatat segalanya dengan ketelitian yang tidak masuk akal, mencatat bahwa dari enam ratus sembilan belas kali aku menciptakan sesuatu yang belum pernah ada di dunia ini, tepat satu kali ada seseorang yang melihat.

Anak sepuluh tahun. Di atas atap gudang. Yang seluruh desa anggap pembohong.

Close.

Ruangan gelap lagi.

Aku duduk di sana, dan untuk alasan yang tidak bisa kujelaskan pada siapa pun termasuk diriku sendiri, aku mengambil selembar kertas dan menulis satu baris di atasnya.

Pip Harn. Ladang timur. Empat belas.

Lalu aku memasukkannya ke laci, di antara draf jimat pengusir tikus dan pembukuan tinta bulan lalu, dan menutup lacinya.

Sepuluh hari kemudian, seorang perempuan dari ibu kota akan turun dari kereta pos di gerbang selatan Marrow sambil membawa dua kotak arsip dan satu tesis yang ditolak.

Tapi malam itu aku belum tahu.

Malam itu aku hanya pergi tidur.


Bersambung — Bab 4: Arsiparis

Jumlah kata: 2.246