Chapter Twelve
Sang Protagonis Merasa Janggal
POV: Cassian (orang ketiga terbatas) Karakter: 4 — Cassian, Seraphina, Isolde, Lucrezia (dari kejauhan)
Cassian Valeheart terbangun setiap pagi dengan perasaan bahwa dunia sedang menunggunya — dan belakangan, perasaan itu mulai terasa seperti ditunggu oleh sesuatu yang lapar.
Dia tidak bisa menjelaskannya pada siapa pun. Bagaimana caranya? Hidupnya sempurna. Class [Hero] yang tidak muncul tiga ratus tahun. Kemenangan di Duel Penempatan. Guru-guru yang berlomba membimbingnya, murid-murid yang menyanyikan namanya, dan kekuatan — kekuatan yang tumbuh setiap minggu, seperti sesuatu di dalam dirinya terus dituang tanpa dia minta.
Sempurna. Semua orang bilang begitu.
Jadi kenapa akhir-akhir ini, di tengah semua kesempurnaan itu, Cassian merasa seperti aktor yang naik panggung tanpa pernah membaca lakonnya?
Contohnya kemenangan-kemenangannya. Di Duel Penempatan, saat terdesak oleh Isolde Vayne, kekuatannya bangkit tepat pada waktunya — tepat pada detik ketika kekalahan tinggal satu tebasan. Awalnya dia menyebutnya keajaiban. Tapi keajaiban itu terus berulang: di dungeon, di latihan, di ujian — selalu di ambang, selalu dramatis, selalu tepat waktu, seolah waktunya sudah diatur seseorang yang menyukai ketegangan.
Dan ada suaranya.
Cassian menyebutnya Bimbingan, karena begitulah sistem menyebutnya:
[ Hero Skill: Guidance ] [ “The Script shall lead you to glory.” ]
Suara itu tidak berkata-kata — dia mengarahkan. Dorongan halus di dada untuk berbelok ke koridor tertentu. Firasat untuk berada di gerbang timur tepat saat kuda lepas. Keyakinan hangat, seperti tangan di punggung, bahwa jalannya sudah benar.
Awalnya terasa seperti restu.
Belakangan mulai terasa seperti rel.
Sore itu, dari balkon perpustakaan timur, Cassian melihat mereka lagi.
Di halaman bawah, Seraphina Elowen berjalan dengan keranjang piknik ke arah asrama kelas F — arah yang tidak punya alasan untuk dituju putri Adipati. Langkahnya ringan dengan cara yang tidak pernah Cassian lihat di pesta atau podium; sesekali dia mengayunkan keranjang itu kecil-kecil, seperti anak yang menyimpan rahasia menyenangkan.
Menurut Bimbingan — menurut dorongan hangat di dadanya yang muncul setiap kali gadis itu lewat — Seraphina seharusnya ada di sisinya. Semua orang mengatakan hal yang sama dengan bahasa berbeda: pasangan paling serasi angkatan ini, [Hero] dan [Saint], matahari dan bulannya. Cassian sendiri... menyukainya? Dia cantik. Dia baik. Dorongan di dadanya berkata ya, ya, dia bagian dari jalanmu.
Tapi Cassian pernah satu kali benar-benar bicara dengannya di luar acara resmi — dan sepanjang percakapan, dia merasa sedang bicara dengan cermin yang sangat sopan. Semua jawabannya indah. Tidak ada satu pun yang berupa dia.
Sedangkan sekarang, dari balkon ini, dia melihat gadis yang sama tertawa pada sesuatu yang dikatakan penjaga gerbang asrama F — tertawa sungguhan, dengan bahu yang ikut bergerak — dan Cassian merasakan sesuatu yang bukan cemburu, atau belum. Sesuatu yang lebih membingungkan:
Kenapa dia tidak pernah tertawa seperti itu di dekatku, padahal semua orang bilang kami ditakdirkan?
Dan siapa yang menentukan “ditakdirkan” itu?
Hal yang sama terjadi di mana-mana, kalau dia mau jujur. Isolde Vayne, rival yang dia hormati, yang kekalahannya seharusnya — kata semua orang, kata dorongan di dadanya — membuatnya terobsesi mengejar Cassian... justru terlihat lebih tenang dari sebelumnya. Pekan lalu Cassian memergokinya di koridor memandangi sepasang sarung tangan latihan di etalase toko perlengkapan dengan konsentrasi orang menjinakkan bom, lalu membeli ukuran yang jelas bukan untuknya. Dan Lucrezia Morgana, yang menurut semua bisikan adalah ular yang harus diwaspadai, belakangan hanya terlihat di perpustakaan barat — dan sekali, hanya sekali, Cassian melihatnya tertawa di undakan taman beku bersama seseorang berjubah kelas F yang wajahnya tidak pernah bisa Cassian ingat.
Itu dia. Itu yang paling aneh dari semuanya.
Wajah yang tidak bisa diingat.
Cassian tahu ada murid kelas F yang menyelamatkan dua puluh anak di dungeon — dia ada di sana, dia melihat anak itu terduduk berdarah di dinding, dia mendengar sihir Seraphina gagal menemukannya berkali-kali. Kejadian sebesar itu seharusnya melekat. Tapi setiap kali Cassian mencoba mengingat wajahnya, ingatan itu... meluncur. Seperti mencoba menggenggam air. Dia ingat debu, ingat sepatu-sepatu yang dilepas, ingat kagum — siapa pun dia, dia memandu mereka seperti sudah hafal dungeonnya — tapi wajahnya kosong, dan yang lebih mengganggu:
Setiap kali Cassian berusaha terlalu keras mengingatnya, Bimbingan di dadanya berubah dingin.
Bukan mengarahkan. Menghalangi. Seperti tangan yang tadinya di punggung, pindah menutup mata.
Malam itu, di kamarnya di menara kelas atas, Cassian melakukan sesuatu yang belum pernah dia lakukan: dia melawan dorongan itu, sedikit saja, sebagai eksperimen.
Dia duduk, memejamkan mata, dan dengan sengaja mencoba menyusun kembali sore di dungeon. Debu. Kubah putih. Anak kelas F itu terduduk di dinding. Angkat wajahnya. Angkat wajahnya. Lihat—
Rasa dingin menyebar di dadanya seperti tinta di air. Dan untuk pertama kalinya, Bimbingan itu tidak hanya mendorong.
Dia berbicara.
[ Guidance ] [ “Do not look there, Hero.” ] [ “That is not part of your story.” ]
Cassian membuka mata. Kamarnya gelap dan sunyi. Jantungnya berdebar seperti habis duel.
“...Ceritaku,” katanya pelan pada kegelapan. “Kalau ini ceritaku, kenapa aku tidak boleh melihat seluruh isinya?”
Tidak ada jawaban. Hanya kehangatan yang perlahan kembali menyelimuti dadanya — menenangkan, meluruhkan, membujuknya tidur, seperti selimut yang ditarik naik oleh tangan yang tidak terlihat. Dan Cassian Valeheart, tujuh belas tahun, pahlawan pertama dalam tiga ratus tahun, tertidur dengan satu pertanyaan yang besok pagi tidak akan dia ingat pernah dia tanyakan:
Kalau jalanku sudah ditulis... siapa yang memegang penanya?
Di sudut status window-nya yang tertutup, tak terlihat oleh pemiliknya yang lelap, satu baris log baru menuliskan dirinya sendiri:
[ Script Correction — Subject: “Hero” ] [ Memory adjustment: applied. ] [ Loyalty to Script: 87% and holding. ] [ Monitoring anomaly designated: [ ] ]