by Aoi Kokoro
Andhika Pratama makan siang sendirian di atap gudang yang tidak ada di denah sekolah, sampai dalam satu minggu tiga perempuan berbeda menemukannya — dan diam-diam ia menyusun jadwal agar mereka tak pernah berpapasan. Yang tak mereka ketahui: ia menjatah waktu itu karena ia sudah tahu persis kapan semuanya akan habis.