← Buff Dulu, Baru Jatuh Cinta

Chapter Twenty

Mirror Queen

POV: Kira

[New Raid — Hall of Reflections (Abyss)] [Boss: Seraphine, the Mirror Queen] [Clear record: None] [Patch note: “She sees what you carry. She carries what she sees.”]

Jam delapan tepat. Sepuluh karakter berdiri di depan pintu kaca setinggi gedung. Di balik pintu itu, aula panjang yang seluruh dindingnya cermin. Lantai cermin. Langit-langit cermin. Di ujung aula, di atas singgasana kristal, duduk seorang ratu tanpa wajah. Hanya permukaan perak yang memantulkan siapa pun yang menatapnya.

“Bapak sudah baca patch notes,” kata Pak Hendro. “Bapak nggak ngerti.”

“Dia nyalin buff,” kataku. “Setiap lima belas detik, dia ngambil semua buff yang ada di party kita, terus dipasang ke dirinya sendiri.”

“Semua buff?”

“Semua. Kalau sepuluh orang punya Haste, dia dapat Haste sepuluh kali.”

“Itu curang,” kata Genmai.

“Itu desain,” kataku. “Developer bikin boss ini buat party yang bergantung sama support.”

“Party kayak kita,” kata Matcha pelan.

“Party kayak kita.”

Chamomile sedang streaming. Penontonnya sudah tiga ratus ribu sebelum kami masuk. Separuh dari mereka datang dari klip stream Kamis kemarin. Chat-nya penuh dengan RANTING dan NIKAH YUK EARL.

Di whisper, satu pesan dari Lychee:

Lychee: kamu bilang malam ini aku lihat.

Earl: iya.

Lychee: aku lihat.

Aku menekan Enter.


Lima belas detik pertama, kami bermain normal.

Haste ke Lychee, Darjeeling, Matcha, kembar. Barrier ke Oolong. Elemental Shift ke seluruh party. Mana Link ke Chamomile. Formasi standar. Formasi yang sudah kami pakai di setiap raid selama dua tahun.

[Seraphine, the Mirror Queen — HP 100%]

Kami menyerang. HP-nya turun. Dua persen. Tiga persen. Lima.

Lalu ratu itu berdiri.

[Mirror Image] [Seraphine has reflected: Haste ×6, Barrier ×1, Elemental Shift: Lightning ×10, Mana Link ×1]

Permukaan perak di wajahnya berkilat. Tubuhnya menyala biru petir, dibungkus perisai emas, dan bergerak enam kali lebih cepat.

Dia menghilang. Lalu muncul di depan Oolong.

[Oolong — DEAD]

Barrier Oolong hancur dalam satu pukulan. Bukan karena Barrier-nya lemah. Karena Barrier di tubuh ratu itu menyerap semua damage yang Oolong berikan, dan Haste enam kali membuatnya memukul enam kali dalam satu detik.

[Genmai — DEAD] [Rooibos — DEAD]

“Earl!” teriak Pak Hendro.

“Semua mundur ke pintu,” kataku. “Chamomile, res Oolong. Sekarang. Jangan ada yang nyerang.”

Aku menekan tombol yang belum pernah kutekan ke seluruh party sekaligus.

[Earl casts Dispel → Party]

Semua buff hilang. Haste. Barrier. Elemental. Semua. Sepuluh karakter berdiri di aula cermin tanpa satu efek cahaya pun. Telanjang buff.

Lima belas detik berikutnya, ratu itu menyalin lagi.

[Mirror Image] [Seraphine has reflected: nothing]

Cahaya biru petirnya padam. Perisai emasnya hilang. Kecepatannya kembali normal. Dia berdiri di tengah aula, wajah peraknya memantulkan sepuluh karakter yang tidak membawa apa-apa.

“Zero-Buff Window,” kataku. “Mulai sekarang, nggak ada buff. Kita main polos.”

“Bang,” kata Hojicha, “tanpa buff damage kita turun separuh.”

“Iya. Tapi damage dia turun lebih banyak.”


Fase satu tanpa buff adalah pertarungan paling lambat yang pernah kami jalani.

Tanpa Haste, Lychee menusuk dengan kecepatan normal. Tanpa Barrier, Oolong menerima setiap pukulan penuh. Tanpa Mana Link, Chamomile kehabisan mana dua kali. Chat stream mulai gelisah.

kok lama earl nggak buff??? ini ngebosenin FakeEarl: tunggu aja pasti ada rencana

[Seraphine — HP 72%]

Tujuh menit untuk dua puluh delapan persen. Dengan kecepatan ini, kami butuh dua puluh menit lagi. Mana Chamomile tidak akan cukup.

Aku memperhatikan ratu itu. Setiap lima belas detik, dia berdiri, mengangkat tangan, dan menyalin. Tidak ada yang disalin. Dia duduk lagi.

Tapi setiap kali dia menyalin, ada satu hal yang terjadi. Wajah peraknya berkilat dengan warna dari buff yang dia ambil. Biru untuk petir. Emas untuk Barrier. Merah untuk Haste.

Dan setelah dia mengambil buff, dia menjadi buff itu. Bukan hanya mendapat efeknya. Menjadi. Saat dia menyalin Elemental Shift: Lightning di awal tadi, tubuhnya berubah jadi elemen petir.

Dan elemen petir, di Genesis, lemah terhadap tanah.

“Aku mau kasih dia satu buff,” kataku.

“Kamu bilang nggak ada buff!”

“Satu. Cuma satu. Aku mau dia nyalin satu hal.”

Aku menghitung lima belas detik. Tiga detik sebelum ratu itu berdiri, aku melempar satu skill ke Oolong. Hanya ke Oolong.

[Earl casts Elemental Shift: Ice → Oolong]

[Mirror Image] [Seraphine has reflected: Elemental Shift: Ice ×1]

Wajah perak ratu itu berkilat biru pucat. Tubuhnya dilapisi kristal es tipis.

Satu Elemental Shift. Dia tidak mendapat kekuatan apa-apa. Tapi dia sekarang elemen es.

Dan es lemah terhadap api.

[Earl casts Dispel → Oolong] [Earl casts Elemental Shift: Fire → Party]

Sembilan senjata menyala merah.

“Sekarang,” kataku. “Semua. Lima belas detik. Sebelum dia nyalin lagi dan ganti elemen.”

Mereka menyerang. Api terhadap es. Damage dua kali lipat. Angka-angka oranye bermunculan di atas tubuh ratu itu seperti hujan.

[Seraphine — HP 58%]

Lima belas detik habis. Ratu itu berdiri untuk menyalin lagi.

[Earl casts Dispel → Party]

[Mirror Image] [Seraphine has reflected: nothing]

Dia tetap es. Karena tidak ada yang baru untuk disalin, elemen terakhirnya tetap tinggal.

[Earl casts Elemental Shift: Fire → Party]

“Lagi.”

[Seraphine — HP 44%]

Chat stream berhenti mengeluh.

dia kasih ratunya es terus kita pake api DIA NYALININ KELEMAHAN KE BOSS ini bukan strategi ini cheat code FakeEarl: TUH KAN 😭


[Seraphine — HP 40%] [PHASE 2 — The Shattered Throne]

Singgasana kristal pecah. Seluruh aula bergetar. Cermin-cermin di dinding retak, dan dari setiap retakan, keluar bayangan. Bayangan sepuluh karakter. Bayangan kami.

[Seraphine has summoned Reflections of the party.]

Sepuluh bayangan berdiri di depan sepuluh karakter asli. Sama persis. Sama job, sama senjata, sama gerakan. Bayangan Oolong dengan zirah hitam. Bayangan Lychee dengan rapier perak. Bayangan Earl dengan ranting kering.

“Mereka nyalin kita,” bisik Chamomile.

“Mereka nyalin stat kita,” kataku. “Termasuk buff. Kalau kita pakai buff, bayangan kita juga dapat.”

“Jadi kita lawan diri sendiri tanpa buff?”

“Iya.”

“Terus siapa yang menang?”

“Yang lebih kenal dirinya sendiri.”

Fase dua adalah pertarungan sepuluh lawan sepuluh. Diri sendiri melawan diri sendiri. Aku memanggil posisi untuk setiap orang: bayanganmu akan melakukan gerakan yang sama dengan yang kamu lakukan dua detik lalu. Jadi jangan ulangi gerakan. Jangan pakai skill favoritmu. Pakai yang paling jarang.

Satu demi satu, bayangan-bayangan itu pecah.

Bayangan Lychee yang terakhir. Dia melawan dirinya sendiri di tengah aula. Rapier melawan rapier. Frame melawan frame. Bayangan itu menusuk dengan Thousand Petal Thrust. Lychee yang asli menunggu satu frame lebih lama dari biasanya, satu frame yang tidak pernah dia tunggu selama dua tahun, dan menembus celah itu.

[Reflection of Lychee — SHATTERED]

[Seraphine — HP 10%]


[PHASE 3 — Final Reflection] [Seraphine reflects everything you carry.]

Ratu itu terangkat ke udara. Seluruh pecahan cermin di aula melayang dan menempel ke tubuhnya, membentuk zirah perak yang memantulkan cahaya dari semua arah.

[Seraphine has reflected: All stats of all party members combined.]

HP-nya tetap sepuluh persen. Tapi damage-nya sekarang adalah gabungan damage sepuluh orang. Pertahanannya gabungan pertahanan sepuluh orang. Kecepatannya, kecepatan Lychee ditambah kembar ditambah Matcha.

Dia mengayunkan tangan sekali.

[Matcha — DEAD] [Hojicha — DEAD] [Sencha — DEAD]

“Earl,” kata Pak Hendro, dan untuk pertama kalinya suaranya terdengar takut. “Ini nggak bisa dilawan, Nak. Dia jadi kita semua.”

Aku tahu.

Dia menyalin semua yang kami bawa. Stat. Skill. Equipment. Tidak ada strategi yang bisa mengalahkan sepuluh orang yang digabung jadi satu. Tidak ada celah di antara dua gerakan kalau dia memiliki semua gerakan.

Kecuali satu hal yang tidak bisa dia salin.

Jilid ketiga puluh sembilan di Silent Archive. Buku Cermin Pertama. Halaman yang kubaca tiga tahun lalu, sendirian, jam dua pagi, saat semua orang mengira buku-buku itu hanya hiasan:

Cermin lahir bersama cahaya. Apa yang lahir sebelum fajar pertama tidak punya bayangan.

Sebelum fajar pertama.

Conductor of the First Dawn.

Aku menatap layar. Ranting kering di tangan karakterku. Dua tahun. Dua tahun aku menyembunyikannya. Dua tahun aku memilih tidak terlihat, karena terlihat berarti diperhatikan, dan diperhatikan berarti tidak bisa lagi berdiri di belakang.

Lychee: kira.

Satu kata di chat party. Dengan huruf kecil. Bukan earl.

Lychee: malam ini aku lihat. kamu bilang.

Aku membuka menu.

[Transmog: Dry Twig — Active] [Disable transmog?]

Aku menekan Yes.


Ranting kering di tangan Earl retak.

Bukan efek serangan. Retak seperti kulit telur. Serpihan kayu kering berjatuhan ke lantai cermin. Dan dari dalamnya, cahaya.

Emas pucat. Lembut. Seperti matahari yang belum terbit.

Tongkat ramping, panjangnya sedikit lebih dari satu lengan, dengan ukiran halus di sepanjang batangnya. Bentuknya seperti tongkat dirigen. Di ujungnya, sebutir cahaya kecil berdenyut pelan, mengikuti ritme. Satu, dua, tiga.

[Baton of the First Dawn — Origin]

Jubah abu-abu di tubuh Earl memudar, berganti jadi mantel panjang berwarna kelabu fajar yang ujungnya berkilau seperti kabut tipis.

[Mantle of the Unseen — Origin]

Di pinggangnya, jam pasir kecil dari kaca bening muncul, pasirnya berwarna emas dan mengalir ke atas.

[Hourglass of Unborn Time — Origin]

Lalu, di bagian atas layar, untuk seluruh server Genesis:

[World Notice] Origin-tier equipment detected in combat. [World Notice] Wielder: Earl (Morning Tea)

Voice channel Morning Tea mati.

Bukan karena error. Karena tidak ada satu pun dari sembilan orang yang bersuara.

Chat stream Chamomile, yang tadi bergulir ribuan pesan per detik, berhenti sepenuhnya. Satu detik. Dua detik. Tiga ratus ribu orang diam.

Lalu satu pesan muncul:

FakeEarl: ......abangku Unknown Origin Holder

Dan chat itu meledak dengan kekuatan yang membuat stream Chamomile freeze selama empat detik.


“Chamomile,” kataku. Suaraku tenang. Lebih tenang dari seharusnya. “Mana kamu berapa?”

“...Earl?”

“Mana kamu berapa?”

“Empat puluh persen.”

“Res Matcha, Hojicha, Sencha. Semuanya. Sekarang. Aku butuh sepuluh orang hidup.”

“Kenapa sepuluh?”

“Ada set bonus. Cuma aktif kalau sepuluh orang hidup.”

Dia tidak bertanya lagi. Tiga cahaya resurrect turun di aula. Matcha, Hojicha, Sencha bangkit. Sepuluh orang. Sepuluh nama di daftar party. Semuanya berwarna.

[Set Bonus Active — Symphony of Ten: All party stats +20%]

Ratu itu menatap kami. Wajah peraknya memantulkan sepuluh karakter, dan di tengah-tengahnya, enchanter dengan mantel fajar dan tongkat emas.

Aku mengangkat Baton.

[Earl casts Haste → Party] [Earl casts Barrier Weave → Party] [Earl casts Elemental Shift: Light → Party]

Cahaya emas pucat menyelimuti sepuluh karakter sekaligus. Bukan cahaya buff biasa. Lebih lembut. Lebih tenang. Seperti fajar.

Ratu itu berdiri. Mengangkat tangan.

[Mirror Image]

Cermin di tubuhnya berkilat. Mencoba menyalin.

[Mirror Image failed: Origin cannot be reflected.]

Untuk pertama kalinya, ratu tanpa wajah itu bergerak dengan ragu. Tangannya turun. Permukaan perak di wajahnya bergetar, seperti air yang dilempari batu.

Dia tidak bisa melihat apa yang kami bawa.

“Semua, serang,” kataku. “Ini satu-satunya kesempatan. Lima belas detik sebelum dia adaptasi.”

Sembilan orang maju.

Dan aku, untuk pertama kalinya malam ini, tidak hanya menghitung. Aku bicara pada satu orang.

“Lychee.”

Lychee: ya.

“Kamu jangan maju sendirian.”

Aku menekan Q. Bukan tombol botak di keyboardku. Melainkan Q yang terasa berbeda, karena kali ini cahaya yang keluar bukan dari ranting kering.

[Earl casts Tempo Sync → Lychee & Earl]

Garis emas menghubungkan Baton di tanganku dengan rapier di tangannya. Cooldown kami sama. Napas kami sama.

“Aku di belakang kamu,” kataku. “Terus.”

Voice channel diam lagi. Bukan diam karena kaget. Diam seperti orang yang mendengar sesuatu yang tidak dimaksudkan untuk mereka.

Lychee: call aja.

“Tiga. Dua. Satu.”

Rapier perak dan cahaya fajar menembus cermin.

[Seraphine, the Mirror Queen — DEFEATED] [World Notice] Party “Morning Tea” has achieved the FIRST CLEAR of Hall of Reflections (Abyss).


Aula cermin pecah. Semua pecahan jatuh seperti hujan kristal, berkilauan di cahaya emas, dan menghilang sebelum menyentuh lantai.

Sepuluh karakter berdiri di aula yang sekarang kosong. Hanya dinding batu. Hanya lantai batu. Dan cahaya fajar yang pelan-pelan memudar dari tongkat di tanganku.

Tidak ada yang bersuara.

Lalu Pak Hendro tertawa.

Bukan tawa bapak-bapak yang menang lomba tujuh belasan. Tawa panjang, pelan, yang pecah di tengah, yang terdengar seperti tawa dan tangis sekaligus.

“Ranting,” katanya. “Dua tahun. Dua tahun Bapak bilang ganti senjata, Nak. Ganti senjata. Dan kamu bawa—kamu bawa—”

Dia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

Bu Ratna menangis. Terang-terangan. “Ya Allah, Nak Kira. Ya Allah.”

“BANG,” teriak kembar bersamaan.

“BANG KAMU UNKNOWN ORIGIN HOLDER?!”

“BANG, DUA TAHUN, BANG?!”

“BANG, AKU NYURUH KAMU GANTI SENJATA DUA RATUS KALI!”

“Aku tahu,” kataku pelan. “Maaf.”

Oolong tidak berteriak. Suaranya sangat kecil.

“Bang. Aku tadi lihat. Pas rantingnya pecah. Kayak... kayak matahari terbit.”

Matcha tertawa pelan. “Aku driver ojol delapan tahun,” katanya. “Aku kira aku udah lihat semua hal.”

Chamomile tidak bicara sama sekali. Dia hanya menatap kamera, mulutnya terbuka, sementara chat stream-nya bergulir dengan kecepatan yang tidak bisa dibaca manusia. Lalu dia menutup mulut, menatap kamera, dan berbisik:

“Guys. Aku tadi... ngelamar Unknown Origin Holder. Dan dia nolak demi ranting yang ternyata bukan ranting.”

Chat meledak sekali lagi.

Sencha mengetik di chat party:

Sencha: ping ungu aku. dari tongkat emas. dua tahun.

Sencha: 💜


Notifikasi bermunculan di sudut layar. Ratusan friend request. Pesan dari pemain yang tidak kukenal. Undangan guild dari seluruh server.

Satu whisper dari nama yang kukenal.

Ristretto: Origin.

Ristretto: Jadi itu alasannya.

Aku menutupnya tanpa membaca lebih lanjut.

Satu WhatsApp dari Tari, jam sembilan lewat tiga belas:

Tari: KIR ADIKKU TERIAK2 Tari: EARL ITU UNKNOWN ORIGIN HOLDER!!! Tari: kamu main genesis kan?? kamu kenal earl ga?? aku penasaran banget orangnya kayak apa Tari: pasti ganteng tinggi pinter kaya ya 😍

Aku menatap pesan itu lama. Lalu meletakkan ponsel menghadap ke bawah.

Lalu satu whisper lagi. Yang paling akhir. Dari nama yang selalu kutunggu.

Lychee: glitch, ya?

Aku tersenyum. Sendirian di kamar kos, di depan layar, dengan Earl Grey yang sudah dingin dan tangan yang masih gemetar.

Earl: bukan glitch.

Lychee: kenapa kamu sembunyiin? dua tahun?

Earl: biar nggak kelihatan.

Lychee: kenapa nggak mau kelihatan?

Aku mengetik. Menghapus. Mengetik.

Earl: karena kalau kelihatan, orang bakal lihat earl. bukan aku.

Earl: pas aku pakai ranting, nggak ada yang lihat apa-apa. dan itu lebih gampang.

Lama dia tidak membalas. Karakternya berdiri di sebelahku di aula yang kosong.

[Lychee is inspecting you.]

Dia melihat semuanya sekarang. Baton. Mantle. Hourglass.

Dan slot cincin.

[Oath Thread — Origin] [Status: Unbound] [Bind to one player. This cannot be undone.]

Lychee: slot cincin kamu nggak kosong.

Earl: nggak.

Lychee: “bind to one player. this cannot be undone.”

Earl: iya.

Lychee: “slot itu buat nanti. kalau udah ketemu orang yang tepat.”

Kalimatku sendiri, dari malam Hydra. Dia ingat setiap katanya.

Earl: iya.

Lama sekali tidak ada balasan. Lalu:

Lychee: kira.

Lychee: aku nggak lihat earl tadi.

Lychee: pas ranting kamu pecah, aku nggak lihat unknown origin holder. aku nggak lihat tongkat emas. aku nggak lihat world notice.

Lychee: aku lihat orang yang dua tahun sembunyi di balik ranting supaya bisa terus berdiri di belakang semua orang.

Lychee: dan malam ini dia keluar. buat aku.

Lychee: “aku di belakang kamu. terus.”

Lychee: sembilan orang dengar. tiga ratus ribu orang dengar.

Lychee: tapi aku tahu itu cuma buat aku.

Aku tidak menjawab. Aku tidak bisa. Mataku panas, dan ini bukan karena layar.

Lychee: besok senin.

Lychee: besok aku jadi bu lagi.

Lychee: tapi malam ini belum senin.

Karakternya mendekat. Satu langkah. Rapier perak di samping tongkat fajar. Di aula batu yang sudah tidak punya cermin.

Lychee: gg.

Aku menekan tombol di keyboard. Bukan Q. Tombol emote. Yang belum pernah kupakai dalam dua tahun.

[Earl bows.]

Lalu, karena aku tidak tahu cara lain untuk mengatakannya, karena aku enchanter dan hanya ini bahasa yang aku fasih:

[Earl casts Haste → Lychee]

Lychee: itu artinya apa kali ini?

Aku menatap pertanyaan itu sangat lama.

Earl: nanti aku cerita. bukan sebagai earl.

Lychee: janji?

Earl: janji.

Dia log out. Aku masih di aula. Mantel fajar. Tongkat emas. Jam pasir yang pasirnya mengalir ke atas.

Aku tidak mengaktifkan transmog lagi.

Untuk pertama kalinya dalam dua tahun, aku membiarkan diriku terlihat.