by Aoi Kokoro
Aris Firmawan penjaga perpustakaan yang tidak pernah meminta apa pun, sampai sahabatnya Bagas memintanya menjadi perantara untuk Amara, idola sekolah yang sudah menyukai Aris sejak hari ia pingsan di lapangan upacara. Selama tiga puluh dua bab, Aris menerjemahkan setiap isyarat Amara sebagai isyarat untuk orang lain, bukan karena ia tidak paham, tetapi karena tidak pernah ikut bertanding berarti tidak pernah kalah.