← Last Henshin

Chapter Seventeen

Eclipse

POV: Nora

Kira dan aku berhenti bicara selama tiga puluh satu jam.

Aku menghitung karena setiap jam terasa seperti hukuman yang kubangun sendiri. Dia tinggal di ruang istirahat planetarium. Aku tidur di meja arsip sambil memperbaiki prosedur transfer yang sudah kujanjikan tidak akan digunakan tanpa persetujuannya.

Pesan terakhir kami sama-sama belum terkirim.

Nora: Aku masih marah.

Kira: Saya juga. Sudah makan?

Pukul dua lewat dua belas, seluruh pintu markas BFA terkunci.

Alarm tidak berbunyi. Lampu berubah hitam satu per satu, menyerap cahaya alih-alih padam. Ketujuh Core di ruang penyimpanan melayang dari penyangga dan menabrak dinding kaca.

Vesper muncul di layar pengawasan. “Kalian menyebut rasa sakit sebagai bukti cinta. Mari kita lihat apa yang terjadi ketika pahlawanmu tidak dapat membedakan cinta dari ancaman.”

Energi Hollow meledak dari lantai.

Shade muncul di setiap koridor. Petugas BFA terjebak di pusat komando. Darian mengaktifkan sekat darurat, tetapi bayangan merembes melalui sambungan logam dan menginfeksi sistem. Core berubah keruh satu demi satu.

“Jangan biarkan Kira memakai Driver,” kata Darian.

“Dia bahkan tidak di sini.”

Ledakan mengguncang hanggar. Dari kamera luar, aku melihat Kira mendarat di atas kendaraan BFA dengan Stellar Form aktif. Dia datang meski pesan Mika hanya sempat terkirim satu kata: markas.

Dia memotong pintu hanggar dan menerobos masuk.

“Status?” tanyanya.

Aku ingin mengatakan rindu, marah, dan maaf. Yang keluar hanya, “Core terinfeksi. Jangan gunakan form lain.”

Stellar Core di Driver mulai menghitam.

HOLLOW CONTAMINATION: THIRTY-TWO PERCENT.

Kira mencabut Core, tetapi noda sudah merambat ke kristal pusat. Shade menyerang petugas yang terjebak di ruang kendali. Dia menahan semuanya dengan armor dasar, sementara aku dan Darian membuka sekat manual.

Vesper membentuk satu Wraith besar dari jaringan markas: tubuhnya terdiri dari kabel, monitor, dan bayangan petugas. Setiap kali Kira menyerang, makhluk itu memindahkan kerusakan ke orang yang terhubung sistem medis.

“Jangan hancurkan!” teriakku. “Putuskan koneksinya dulu.”

Wraith menghantam Kira menembus tiga dinding. Stellar Form runtuh. Darah keluar dari mulutnya. Di belakangnya, sekat reaktor astral mulai terbuka. Kalau energi Hollow mencapai inti BFA, setengah distrik akan menjadi Gate baru.

Lyra berbicara patah-patah.

EMERGENCY OPTION: ABSORB CONTAMINATION. FORBIDDEN CONFIGURATION—ECLIPSE.

“Tidak,” kataku.

Kira menatap reaktor. “Berapa orang masih di dalam?”

“Delapan puluh enam,” jawab Mika.

“Nora, buka saluran pendingin saat saya tarik energinya.”

“Eclipse bisa mengambil identitasmu.”

“Reaktor pecah dalam sembilan puluh detik.”

“Kita cari cara lain.”

“Kita sedang berpisah karena saya tidak memberi Anda pilihan.” Dia melepas helm, memperlihatkan wajah yang pucat. “Jadi pilih bersama saya sekarang. Delapan puluh enam orang atau risiko saya.”

Aku membenci pilihan itu. Namun kali ini dia menunggu jawaban.

“Kita lakukan,” kataku. “Tapi kamu ikuti suaraku. Begitu semua orang keluar, berhenti.”

“Saya janji.”

Kira membuka kristal pusat Driver. Alih-alih memasukkan Core, dia menarik energi hitam dari ketujuh Core yang terinfeksi.

ECLIPSE. FORBIDDEN MEMORY CONVERSION ACTIVE.

Zirah hitam menelan tubuhnya. Garis perak berubah merah-ungu seperti luka di langit. Bintang di dada menjadi gerhana—pusat gelap dikelilingi cincin cahaya. Helmnya kehilangan bentuk mata manusia.

Eclipse berdiri.

Seluruh Shade berhenti bergerak, lalu menunduk kepadanya.

“Kira?” panggilku.

Dia tidak menjawab.

Eclipse mengangkat tangan. Energi Hollow tercabut dari dinding, kabel, dan tubuh Wraith. Semua kontaminasi mengalir ke armornya. Aku membuka pendingin. Darian memutus jaringan korban satu demi satu. Mika membawa petugas keluar.

Wraith menolak diserap dan membentuk tombak dari jeritan para korban. Eclipse menangkapnya dengan tangan kosong. Tombak masuk menembus telapak, tetapi armor menutup di sekelilingnya dan memakan serangan itu.

Setiap energi yang dimakan membuat Eclipse lebih kuat dan Kira lebih jauh. Monitor identitas turun sembilan persen. Wraith menyalakan ulang jaringan medis; delapan pasien yang sedang dievakuasi terangkat dari tandu, bayangan mereka ditarik ke dinding sebagai perisai hidup.

“Kira, jangan serang inti!” teriakku. “Ada orang di dalam jalurnya.”

Eclipse tidak bereaksi pada nama itu. Pedangnya tetap mengarah ke dada Wraith.

Aku menghubungkan Echo Sight ke gelang identitas para pasien. Garis emas memperlihatkan simpul yang mengikat masing-masing bayangan. Darian memutus dua, Mika tiga. Sisa tiga berada tepat di belakang inti.

Wraith menyerang lagi. Eclipse menghilang, muncul di belakangnya, lalu berhenti sebelum pedang menembus. Tangan kirinya justru merobek kabel satu per satu—gerakan yang lebih lambat dan membuat armor menerima puluhan hantaman.

Di dalam Forbidden Form, sesuatu dari Kira masih memilih menyelamatkan korban meski sistem sudah tidak mengenali mereka sebagai manusia.

Setelah bayangan terakhir jatuh kembali ke tandu, barulah pedangnya berubah arah menuju inti asli.

Kira menghantam inti Wraith. Gelombang merah-ungu merambat ke seluruh markas. Makhluk itu terurai tanpa menyakiti korban.

“Evakuasi selesai!” teriak Mika.

Aku mematikan saluran. “Kira, berhenti.”

Eclipse berbalik kepadaku.

Sensor helm menandai semua makhluk hidup sebagai sumber energi. Di layar kontrol, identitasnya turun menjadi angka: tujuh puluh persen, lima puluh empat, tiga puluh satu.

HOSTILE EMOTIONAL SIGNATURE DETECTED.

“Bukan hostile. Aku Nora.”

Eclipse berjalan mendekat.

Aku mengangkat kedua tangan. “Kita sudah selesai. Semua orang selamat.”

Pedang hitam terbentuk di tangannya.

Mika mencoba menembakkan pengikat, tetapi aku melarang. Serangan akan membuat Eclipse yakin kami musuh. Aku mundur sampai punggung menyentuh kaca ruang Core.

“Kira, lihat aku.”

Helm tanpa mata memiringkan kepala. Pedang terangkat.

Aku membuka buku biru dengan tangan gemetar. Halaman-halaman tentang nama, kopi, jalan pulang, dan ciuman telah banyak memudar. Ada satu entri yang tidak pernah kutunjukkan karena ditulis setelah malam dia tersesat ke apartemenku.

Kira selalu berhenti kalau aku bilang pulang.

Aku membacakannya.

Pedang berhenti beberapa sentimeter dari leherku.

“Pulang, Kira.”

Eclipse bergetar. Suara Vesper keluar dari armor. “Tidak ada rumah. Tidak ada keluarga. Tidak ada wajah. Perempuan itu hanya target yang tahu kata perintah.”

Aku melangkah mendekati ujung pedang. “Kalau aku cuma target, kenapa tanganmu berhenti?”

Cincin gerhana di dada berkedip.

“Pulang,” ulangku. “Bukan ke tempat. Ke pilihanmu sendiri.”

Tangan Eclipse turun sedikit. Aku menyentuh kristal Driver. Echo Sight dilemparkan ke badai hitam: fragmen Kira berputar tanpa nama. Aku tidak mencoba mengembalikan semuanya. Aku mencari keputusan terakhir yang dibuatnya sebelum berubah.

Ikuti suaraku. Begitu semua orang keluar, berhenti.

“Semua orang sudah keluar,” kataku. “Kamu menepati janji.”

Armor retak.

Kira menjerit ketika energi Hollow keluar sebagai asap hitam. Aku memeluk tubuhnya meski lapisan Eclipse membakar sarung tanganku. Satu demi satu, garis merah-ungu padam. Zirah runtuh dan menyisakan Kira di lantai.

Dia membuka mata. Pandangannya kosong.

“Apakah semua selamat?” tanyanya.

“Semua.”

“Bagus.”

Aku memegang wajahnya. “Kira, lihat aku.”

Dia melihat, tetapi tidak ada pengenalan. Itu sudah biasa. Yang berbeda adalah cara dia memandang tangan sendiri seperti milik orang lain.

Mika memanggil namanya dari belakang. Kira tidak menoleh. Darian menyebut identitas Rider Astra, pekerjaan di planetarium, dan nomor apartemen. Kira mengangguk pada setiap fakta seperti menerima daftar inventaris, lalu mencoba berdiri tanpa tahu kaki mana yang seharusnya digerakkan lebih dulu.

Aku menaruh tangannya di dada sendiri. “Kamu ada di sini.”

Dia merasakan detak jantung, tetapi kebingungan di matanya justru bertambah.

“Siapa Kira?” tanyanya.

Dunia di sekelilingku masih utuh. Markas selamat. Delapan puluh enam orang hidup.

Namun lelaki dalam pelukanku baru saja kehilangan nama yang dipakai untuk memanggil dirinya sendiri.