Chapter Twelve
Tujuh Core
POV: Kira
Pacaran dengan Nora mengubah tiga hal dalam hidup saya.
Pertama, label di apartemen menjadi lebih agresif. Di pintu kulkas tertulis MAKAN SEBELUM MENYELAMATKAN KOTA. Di dekat Astra Driver ada catatan SABUK BUKAN PENGGANTI TERAPI. Pada foto Nora, tulisan lama diganti dengan satu kata: Pacar.
Kedua, dia berhenti pura-pura hanya mencicipi kopi saya dan mulai memesan dua cangkir manis sejak awal.
Ketiga, berciuman ternyata jauh lebih mengganggu konsentrasi daripada serangan Hollow.
“Kamu nggak mendengar satu kata pun,” kata Darian di ruang briefing.
Saya memalingkan pandangan dari Nora. “Origin Hollow bangkit, kota terancam, dan Anda sangat kecewa pada generasi muda.”
Mika mengangkat tangan. “Sebagai wakil generasi muda, saya juga kecewa karena mereka bermesraan di jam kerja.”
Nora menendang kaki kursi saya di bawah meja. “Fokus.”
Darian menyentuh manset. Wajahnya tidak lagi dapat saya kenali, tetapi kebiasaan itu cukup memberi tahu bahwa berita berikutnya buruk.
Dia menampilkan peta Astral Gate. Retakan di bawah Asterra telah berkembang seperti akar hitam menuju tujuh titik bekas serangan besar.
“Wraith bukan serangan terpisah,” katanya. “Setiap kemunculan membuka jalur bagi Origin Hollow. Vesper adalah kesadaran yang sedang membentuk tubuh melalui jalur tersebut.”
Di tengah hologram, tujuh Astral Core melayang: Stellar, Solar, Lunar, Tempest, Terra, Abyss, dan Nebula. Masing-masing lahir dari pertempuran dan kehilangan berbeda.
“Kita sudah punya tujuh Core,” kata Nora. “Apa yang bisa dilakukan?”
Darian memperbesar diagram Astra Driver. “Jika disinkronkan, ketujuhnya dapat membentuk Nova Breaker—Super Form dengan energi cukup untuk menutup cabang Astral Gate sebelum Vesper sepenuhnya bangkit.”
“Harga?” tanyaku.
Ruangan hening terlalu lama.
“Belum diketahui,” jawab Darian.
Nora melihat mansetnya. Saya juga.
“Kamu berbohong,” katanya.
“Saya menunda kesimpulan sampai simulasi selesai.”
“Itu versi ilmiah dari berbohong.”
Darian tidak membantah. Dia memindahkan kami ke ruang uji bawah tanah—lingkaran logam setinggi dua lantai yang dirancang menahan ledakan astral. Astra Driver ditempatkan di pusat medan, terhubung dengan tujuh penyangga Core.
Lyra berbicara dari pengeras suara. SYNCHRONIZATION REQUIRES STABLE EMOTIONAL ANCHOR.
“Kenapa sistem tempur memerlukan emosi?” tanya Mika.
“Karena Astra System mengubah nilai kenangan, bukan datanya,” jawab Nora. “Semakin berarti sesuatu, semakin besar energinya.”
Dia mengucapkan kalimat itu sambil menatap Driver seolah ingin memecahkannya dengan tangan kosong.
Uji pertama gagal pada Core ketiga. Solar dan Abyss saling menolak: kebahagiaan yang tak bisa kurasakan bertabrakan dengan kesedihan yang tak dapat kuakses. Ledakan menjatuhkan saya dari platform.
Nora menangkap kepala saya sebelum menghantam lantai. “Kita hentikan.”
“Saya baru jatuh satu meter.”
“Harga dirimu jatuh lebih jauh.”
“Itu sudah lama hilang.”
Dia hendak tertawa, lalu menahan diri. “Jangan pakai humor setiap takut.”
Saya mengenali nada suaranya meski wajahnya tetap asing. “Saya sedang takut.”
Pengakuan itu membuat tangannya melembut di tengkuk saya.
“Bagus,” katanya. “Berarti kita bisa takut berdua.”
Untuk uji kedua, Nora masuk ke ruang observasi dekat medan. Dia menaruh buku biru pada sensor resonansi. Setiap halaman memunculkan garis emas yang menghubungkan Core: nama yang lupa, suara sebelum tidur, jalan pulang, rumah hijau, kencan, air mata, dan wajah yang tidak lagi dapat saya kenali.
“Jangan gunakan buku sebagai bahan bakar,” kataku.
“Bukan bahan bakar. Penanda.” Nora mengetuk kaca. “Core-core itu lahir dari kehilangan berbeda, tapi semuanya punya satu hubungan yang sama.”
“Anda?”
“Aku. Sedikit rendah hati nggak akan merusak armor.”
Saya memasang Driver. Tujuh Core masuk mengelilingi kristal pusat, satu per satu.
STELLAR. SOLAR. LUNAR. TEMPEST. TERRA. ABYSS. NEBULA.
Cincin Driver berputar. Energi tujuh warna menyambar dinding ruang uji. Setiap Core mencoba menarik kenangan sesuai harganya sendiri. Saya melihat fragmen yang masih tersisa: tangan Nora di depan apartemen, suara tawanya di pasar, foto instan baru, ciuman di atap museum.
“Kira, dengar aku,” katanya melalui saluran. “Jangan melawan kehilangan satu per satu. Pilih alasan kamu tetap berdiri.”
“Warga kota?”
“Jawaban pahlawan.”
“Mencegah Mika memberi nama serangan?”
“Jawaban sangat masuk akal,” kata Mika.
Nora mendekat ke kaca. “Jawaban Kira apa?”
Saya memandang sosoknya. Wajahnya tidak memberi pengenalan, tetapi seluruh tubuh mengenali keberadaannya sebagai arah.
“Saya ingin punya hari esok bersama kamu.”
Ketujuh Core berhenti bertabrakan.
NOVA SYNCHRONIZATION: STABLE.
Zirah simulasi terbentuk sebagai bayangan cahaya: dasar hitam-perak dengan tujuh garis warna menyatu pada bintang putih di dada. Sayap energi menyerupai pecahan rasi terbuka di belakang. Daya yang mengalir melampaui semua form sebelumnya, tetapi tidak terasa seperti tujuh kekuatan. Ia terasa seperti seluruh alasan saya pernah memilih bangkit, dipaksa berdetak dalam satu tubuh.
Target Calamity buatan muncul di ujung ruang. Saya mengangkat tangan.
NOVA BREAKER.
Tujuh cahaya menyatu menjadi satu garis putih. Target hancur tanpa ledakan; struktur energinya terurai hingga tidak menyisakan jejak Hollow. Sistem pertahanan ruang uji bertahan dengan sisa kapasitas tiga persen.
Mika bersiul. “Nama serangannya sudah bagus. Saya merasa tidak dibutuhkan.”
“Perasaan yang sehat,” kata Nora.
Zirah simulasi menghilang. Dia masuk ke ruang uji dan memeluk saya tanpa peduli Darian serta Mika melihat. Saya membalas sambil menahan tawa.
“Berhasil,” katanya di bahu saya.
“Karena anchor-nya galak.”
“Anchor-nya bisa mencabut kabelmu.”
Saya mencium keningnya. Wajah tidak perlu dikenali untuk menemukan tempat yang tepat.
Malam itu Nora tertidur di kursi ruang observasi dengan buku biru di pangkuan. Mika pergi mencari makanan. Darian memeriksa kerusakan mesin. Saya kembali ke platform untuk mengambil Driver.
Lyra berbicara hanya melalui pemutar suara pribadi.
PRIVATE SYSTEM WARNING. NOVA BREAKER LIVE DEPLOYMENT REQUIRES CORE MEMORY CONVERSION.
Saya berhenti.
“Definisikan core memory.”
MEMORY WITH HIGHEST CURRENT EMOTIONAL VALUE. PROJECTED TARGETS: RELATIONSHIP FORMATION, FIRST MUTUAL CHOICE, FIRST KISS.
Saya memandang Nora melalui kaca. Bahkan dalam tidur, tangannya menutup di atas halaman tentang ciuman kami.
“Apakah ada alternatif?”
NONE WITHIN CURRENT SYSTEM PARAMETERS.
Di panel utama tersedia tombol untuk mengirim laporan kepada Darian dan Nora. Jari saya berhenti di atasnya.
Nora telah meminta kebebasan untuk memilih bersama. Saya baru saja memilihnya sebagai alasan memiliki hari esok. Menyembunyikan peringatan ini berarti kembali menjadi orang yang memutuskan pengorbanan sendirian.
Lalu peta menampilkan cabang Astral Gate di bawah rumah sakit, museum, dan apartemen Nora. Vesper sudah menghubungkan seluruh tempat yang memberi kota alasan untuk peduli.
Saya membuka rekaman tentang hari kami resmi bersama. Suara Nora tertawa setelah ciuman pertama memenuhi helm kecil di telapak tangan. Sistem tidak sekadar meminta satu adegan. Ia meminta bukti bahwa saya pernah memilih hidup untuk diri sendiri. Jika peringatan itu kukirim, Nora mungkin menghentikan operasi. Jika kusembunyikan, saya mengkhianati alasan Nova Breaker bisa terbentuk.
Saya menutup peringatan tanpa mengirimnya.
WARNING ACKNOWLEDGED. DISCLOSURE STATUS: PRIVATE.
Pemutar suara merekam keheningan saya selama enam detik. Saya hampir menghapus file itu, tetapi menyimpannya dengan nama Rekaman 10.
Nora terbangun ketika saya kembali. “Ada apa?”
“Tidak ada.”
Dia menatap wajah yang tidak dapat saya baca, lalu meraih tanganku. “Kamu menyentuh Driver lebih erat kalau bohong.”
Saya melonggarkan genggaman terlambat.
“Hanya lelah,” kataku.
Nora berdiri, menyelipkan buku biru ke tas, dan mencium pipi saya. “Kita pulang. Besok kita cari tahu harganya sama-sama.”
Saya mengangguk.
Di dalam Driver, tujuh Core berdenyut seperti hitung mundur. Untuk pertama kalinya sejak kami memilih bersama, saya membawa sebuah rahasia yang dapat mengambil hari itu hanya dariku—dan meninggalkan Nora sebagai satu-satunya orang yang mengingatnya.
- 1 Nama yang Hilang
- 2 Jangan Sentuh Sabukku
- 3 Hal-Hal yang Tidak Boleh Hilang
- 4 Matahari yang Memakan Bahagia
- 5 Suara Sebelum Tidur
- 6 Jalan Pulang
- 7 Rumah yang Tidak Kuingat
- 8 Kencan untuk Orang Pelupa
- 9 Air Mata yang Tidak Kumengerti
- 10 Kalau Aku Lupa Wajahmu
- 11 Kenalin Diri Kamu Sekali Lagi
- 12 Tujuh Core reading
- 13 Hari yang Hanya Diingat Satu Orang
- 14 Cium Aku Sebelum Hilang
- 15 Pemilik Pertama Astra
- 16 Adik yang Menyelamatkanku
- 17 Eclipse
- 18 Namamu Kira
- 22 Last Henshin
- 23 Pahlawan yang Tidak Pernah Ada
- 24 Kita Bisa Mulai Sekarang