Aoi Kokoro
Latest chapter
Ch. 42: Epilog — Rumah dari Kayu is out now.
Read chapter 42
Seumur hidupnya dunia Arie abu-abu, sampai ia memegang tangan klien yang minta rumahnya dicat semua warna.
Mati karena lembur, ia dilahirkan ulang sebagai Rank F dengan pedang kosong, yang ternyata bisa diisi setiap jurus manga yang pernah ia baca.
Dua goddess yakin sedang dikejar, padahal yang dikejar cuma satu — dan dia memilih diam.
Dia menerima pacar karena janji, jatuh cinta karena perhatian, dan hampir kehilangan karena laki-laki itu terlalu baik untuk menahannya.
Delapan tahun lalu ia membatalkan pernikahan tanpa alasan; sekarang perempuan itu memesan kopi di kedainya setiap pagi dan pura-pura tidak mengenalnya.
Ia pura-pura mencintai laki-laki yang dipenjara karena kematian ayahnya, demi menghancurkannya diam-diam, tanpa tahu laki-laki itu sudah tahu sejak hari pertama.
Senjata Sabrina belum pernah gagal, sampai bertemu Mas Aris yang menjawab “galonnya berat, kayak perasaanku” dengan “sembilan belas liter”.
Dulu ia meninggalkannya di bawah; kini ia kembali, dan kali ini ia tidak akan goyah.
Satu desa antre pura-pura sakit demi Bu Dokter. Bu Dokter malah mengincar ketua panitia Pilkades yang wajib netral.
Dia pernah berjanji anaknya tidak akan menunggu di teras. Lalu istrinya tidak pernah pulang jam lima lagi.
Tiga perempuan bertaruh siapa yang bisa membuatnya jatuh cinta — mereka tidak tahu dia sudah membaca aturan mainnya sejak hari pertama.
Enam cowok bikin liga untuk merebut dewi kantor. Sang dewi justru mengejar wasitnya.
Keep Aoi Kokoro on your home screen
It opens full screen, without the browser bars, and remembers where you were.
Tap Share, then Add to Home Screen.